09 Analisis Statistik Inferensial dan Novelty Artikel - Uji‒t

    Dalam artikel tersebut penelitian berfokus pada perancangan model pembelajaran yang harus memenuhi syarat agar aplikatif atau praktis dan efektif, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepraktisan dan keefektifan model pembelajaran IBMR (Investigation-Based Multiple Representation) dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika mahasiswa program sarjana. Kepraktisan model dinilai menggunakan lembar observasi dan efektivitasnya adalah ditentukan berdasarkan kemampuan pemecahan masalah fisika pre-test dan post-test.

 A.    Analisis Statistik Inferensial

        Pengujian statistik inferensial yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data keefektifan model pembelajaran IBMR  yaitu uji-t sampel berpasangan atau analisis nonparametrik uji Wilcoxon dan uji-t sampel independen atau analisis nonparametrik uji Mann Whitney U.

Sebelum dilakukan uji-t berpasangan atau uji Wilcoxon, dilakukan uji normalitas dan homogenitas data nilai rata-rata pre-test dan post-test yang kemudian digunakan untuk menentukan tes kesamaan dua rata-rata yang ditunjukkan oleh Tabel 4 dan Tabel 5 diatas. Hasil uji-t berpasangan terhadap nilai rata-rata pre-test dan post-test menunjukkan p-value < 0.001 untuk kelompok P-2A, M-2A, dan E-2B. Hasil uji Wilcoxon (karena syarat homogenitas tidak terpenuhi) terhadap nilai rata-rata pre-test dan post-test menunjukkan p-value < 0.001 untuk kelompok P-2B, M-2B, dan E-2C. Hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan skor post-test; karena z untuk semua kelompok memiliki nilai statistik, rata-rata skor post-test lebih besar dari rata-rata skor pre-test, artinya terjadi peningkatan rata-rata skor pre-test dan post-test secara signifikan pada  = 5% . Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa setelah pembelajaran menggunakan IBMR.

Begitu pula dalam melakukan uji-t independen atau uji Mann Whitney U, perlu dilakukan uji normalitas dan homogenitas rata-rata n-gain sebagai prasyarat analisis sebagaimana disajikan pada Tabel 8 diatas. Hasil uji independent t-test dan Mann Whitney U test pada nilai p 0,153 untuk P-2A dan P-2B; .620 untuk M-2A dan M-2B; dan 0,708 untuk E-2B dan E-2C. Semua p-value > 0.05, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan dari rata-rata n-gain untuk setiap pasangan (total tiga pasang), antara P-2A dan P-2B, antara M-2A dan M-2B , dan antara E-2B dan E-2C. Dengan kata lain, hasil tersebut menunjukkan adanya konsistensi peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa.

B.    Novelty Artikel

Sumber :

Siswanto, J., Susantini, E., & Jatmiko, B. (2018). Practicality and effectiveness of the IBMR teaching model to improve physics problem solving skills. Journal of Baltic Science Education, 17(3), 381.



Komentar

Postingan Populer