12 Analisis Statistik Inferensial dan Novelty Artikel - ANCOVA

Dalam artikel tersebut penelitian berfokus untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dibandingkan dengan pembelajaran langsung (DI) dan prokrastinasi siswa terhadap prestasi kognitif siswa dalam pembelajaran fisika.  Penelitian eksperimen semu ini menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent control group design, melibatkan 9 kelas atau 278 siswa kelas X MIPA SMAN 1 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 4 kelas atau 124 siswa. Data prestasi belajar dan prokrastinasi akademik diperoleh dari nilai tes prestasi belajar dan angket prokrastinasi akademik.

A.    Analisis Statistik Inferensial

Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji analisis kovarian dua jalur (two-ways ancova). Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan DI, memiliki prokrastinasi akademik rendah dan tinggi, serta pengaruh interaksi antar keduanya. Hasil pengujian two-ways ancova tertuang pada tabel 9 berikut ini :

Pada tabel 9 diatas, menunjukkan ringkasan hasil two-ways ancova  yang dapat dijabarkan dalam poin-poin berikut ini :

  • Sumber pengaruh kovariat (prestasi belajar awal) terhadap variabel prestasi belajar menunjukkan nilai statistik FCovariate = 21.0 dengan Sig. Covariate 0.000 < 0.05. Artinya kovariat prestasi belajar awal berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Hal ini dikarenakan, berdasarkan Berdasarkan Gambar 1 berikut ini terlihat bahwa siswa PjBL tidak berjauhan, namun perbedaan yang signifikan terjadi pada siswa HAP, dimana kelompok PjBL menunjukkan prestasi belajar awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok DI. Oleh karena itu, analisis kovarians relevan untuk digunakan dalam penelitian ini.
  • Sumber pengaruh model menunjukkan nilai statistik FModel = 40.2 dengan Sig.Model 0.000 < 0.05. Dapat diputuskan H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model DI. Prestasi belajar siswa kelompok PjBL (MPjBL = 52,9; SD = 15,5) lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok DI (MDI = 32,0; SD = 12,2). 
  • Sumber pengaruh prokrastinasi terhadap prestasi belajar menunjukkan nilai statistik FProcrastination = 6.4 dengan Sig.Procrastination 0.013 < 0.05. Dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain, terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa dengan prokrastinasi akademik rendah dan siswa dengan prokrastinasi akademik tinggi. Prestasi belajar fisika siswa dengan prokrastinasi akademik rendah (MLAP = 52,9; SD = 15,5) lebih tinggi dibandingkan siswa dengan prokrastinasi akademik tinggi (MHAP = 40,6; SD = 10,3).
  • Sumber pengaruh interaktif antara model dan prokrastinasi menunjukkan nilai statistik FModel*Procrastination = 4.5 dengan Sig.Model*Procrastination 0.037 < 0.05. Dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain, terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan prokrastinasi akademik terhadap prestasi belajar siswa. Profil interaksi antara model pembelajaran dan prokrastinasi akademik ditunjukkan pada Gambar 2, yang menunjukkan menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran tersebut cenderung berinteraksi kuat dengan LAP dan lemah dengan HAP dalam pencapaian hasil belajar. Prestasi belajar tertinggi terjadi pada interaksi antara PjBL dan LAP.

B.   Novelty Artikel

Sumber : 

Santyasa, I. W., Rapi, N. K., & Sara, I. W. W. (2020). Project Based Learning and Academic Procrastination of Students in Learning Physics. International Journal of Instruction, 13(1), 489-508.

Komentar

Postingan Populer